Nyeri dada sebelah kiri sering langsung memicu satu ketakutan besar: serangan jantung. Kekhawatiran ini wajar, karena jantung memang berada di sisi kiri dada. Namun secara medis, tidak semua nyeri dada kiri berasal dari jantung, dan tidak semuanya berbahaya. Tantangannya adalah membedakan mana yang bisa ditunggu dan mana yang harus segera ditangani.
Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kiri yang Paling Umum
Menurut Mayo Clinic, nyeri dada kiri dapat berasal dari beberapa sistem tubuh:
1. Penyebab jantung (paling serius)
Nyeri biasanya terasa seperti tertekan, tertindih, atau terbakar, dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, dan sering disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing.
2. Penyebab pencernaan
Nyeri dada dari asam lambung sering terasa panas, muncul setelah makan, dan membaik saat duduk atau minum obat lambung.
3. Penyebab otot dan tulang
Biasanya nyeri bertambah saat ditekan atau digerakkan, dan jarang disertai sesak napas.
4. Penyebab paru-paru
Nyeri bisa bertambah saat menarik napas dalam atau batuk.
Ciri Nyeri Dada yang Harus Diwaspadai
Menurut American Heart Association, nyeri dada tidak boleh diabaikan bila disertai:
Ini adalah tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis segera.
Apakah Nyeri Dada Bisa Ringan Tapi Tetap Berbahaya?
Ya. Ini poin yang sering disalahpahami. Serangan jantung tidak selalu disertai nyeri hebat. Pada beberapa orang (terutama wanita, lansia, dan penderita diabetes) gejalanya bisa ringan, tidak khas, bahkan hanya berupa rasa tidak nyaman di dada kiri.
Karena itu, WHO dan AHA menekankan: lebih baik memeriksakan nyeri dada yang meragukan daripada terlambat.
Pemeriksaan yang Umumnya Dilakukan
Untuk mengetahui penyebab nyeri dada kiri, dokter dapat merekomendasikan:
Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah nyeri berasal dari jantung atau organ lain.